Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Mendagri: Rp130 Triliun Disiapkan untuk Pemulihan Bencana di Sumatra

Laporan: Firman
Kamis, 26 Maret 2026 | 14:29 WIB
Dari kiri Mendagri Tito Karnavian, KSP Muhammad Qodari, dan Kepala BNPB Suharyanto - Foto Dok KSP -
Dari kiri Mendagri Tito Karnavian, KSP Muhammad Qodari, dan Kepala BNPB Suharyanto - Foto Dok KSP -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan total kebutuhan anggaran pemulihan pascabencana di Sumatra mencapai Rp130 triliun. Dana jumbo ini dialokasikan untuk tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
 

Target Pemulihan Tiga Tahun
 

Tito menyebut kerusakan infrastruktur di tiga wilayah tersebut tergolong parah, sehingga membutuhkan perencanaan matang dan anggaran besar.
 

“Perkiraan kebutuhan sekitar Rp130 triliun untuk pembangunan tiga provinsi. Targetnya bisa diselesaikan dalam waktu tiga tahun,” ujar Tito dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden (KSP), Rabu (25/3/2026).
 

Ia menambahkan, perhitungan anggaran dilakukan secara rinci sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.
 

Infrastruktur Serap Anggaran Terbesar
 

Dari total kebutuhan tersebut, sektor infrastruktur menjadi penyerap anggaran terbesar. Kementerian Pekerjaan Umum mengusulkan tambahan dana hingga Rp70 triliun.
 

Anggaran ini akan difokuskan untuk pembangunan jalan, jembatan, fasilitas umum, hingga perbaikan aliran sungai yang terdampak bencana.
 

Ribuan Sekolah Ikut Diperbaiki
 

Selain infrastruktur, sektor pendidikan juga menjadi perhatian utama pemerintah. Tercatat lebih dari 4.000 sekolah mengalami kerusakan dan perlu segera diperbaiki.
 

Tito menyebut sebagian proyek sudah memasuki tahap kontrak pengerjaan, dengan prioritas pada bangunan yang mengalami kerusakan berat.
 

“Menteri Dikdasmen Abdul Mu'ti menyampaikan, lebih dari seribu sekolah sudah masuk kontrak perbaikan. Prioritasnya yang rusak berat lebih dulu ditangani,” jelasnya.
 

Fokus Pemulihan Menyeluruh
 

Pemerintah menegaskan pemulihan tidak hanya menyasar fisik bangunan, tetapi juga memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
 

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial di wilayah terdampak bencana.
 

Tito memastikan pemerintah pusat dan daerah akan terus bersinergi agar proses rehabilitasi berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.rajamedia

Komentar: