Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Kampung Halaman

Oleh: H. Dede Zaki Mubarok
Kamis, 03 April 2025 | 06:34 WIB
Ilustrasi suasana setelah idufitri 1446 H - Istimewa -
Ilustrasi suasana setelah idufitri 1446 H - Istimewa -

RAJAMEDIA.CO - MUDIK sudah selesai. Tiket balik ke kota sudah di tangan.
 

Tapi hati masih tertinggal di kampung halaman.
 

Selalu begitu.
 

Berangkat dengan rindu, pulang dengan kenangan.
 

Tak Pernah Benar-benar Pergi
 

Kampung halaman itu aneh. Ia tidak pernah benar-benar kita tinggalkan.
 

Secara fisik, iya. Kita merantau. Kita menetap di kota. Kita membangun hidup di tempat lain.
 

Tapi ada sesuatu yang tetap tertinggal di sana.
 

Bau tanah pagi hari. Suara ayam berkokok. Warung kopi di pojokan gang. Jalanan kecil yang dulu sering dilalui tanpa alas kaki.
 

Hal-hal yang tampak sepele. Tapi justru itu yang membuat kita selalu ingin kembali.
 

Orang Tua yang Makin Sepi
 

Di kota, kita sibuk. Meeting pagi, deadline sore, macet di jalan.
 

Di kampung, mereka menunggu.
 

Orang tua yang dulu sigap menggendong kita, kini jalannya mulai tertatih.
Tetangga yang dulu sering menegur, kini lebih banyak diam.
Rumah yang dulu riuh, kini hanya dihuni oleh sepi.
 

Mereka tidak pernah protes. Tidak pernah mengeluh.
 

Hanya berharap, kapan anak-anaknya pulang lagi.
 

Kampung yang Tak Lagi Sama
 

Ada yang aneh setiap kali pulang.
 

Sawah yang dulu luas, kini berubah jadi ruko.
Lapangan tempat bermain, kini jadi tempat parkir.
Sungai tempat mandi, kini keruh tak terurus.
 

Kampung halaman berubah. Seperti kita yang juga berubah.
 

Tapi ada satu yang tidak berubah: rasa rindu.
 

Lebih dari Sekadar Mudik
 

Kita pulang. Kita bertemu keluarga. Kita melepas rindu.
 

Lalu pergi lagi. Tahun depan, ritual yang sama terulang.
 

Sampai kapan?
 

Mungkin sudah waktunya kita tidak hanya pulang untuk berkunjung. Tapi benar-benar hadir.
 

Mungkin sudah waktunya kita tidak hanya membawa oleh-oleh. Tapi juga membawa kepedulian.
 

Karena sejauh apa pun kaki melangkah, kampung halaman akan selalu menjadi tempat untuk kembali.
 

Bukan hanya untuk kita. Tapi juga untuk mereka yang menunggu di sana.rajamedia

Komentar:
BERITA LAINNYA
Ilustrasi -
Hari Baru, Janji Lama
Rabu, 02 April 2025
Presiden Prabowo Subianto menerima ribuan rakyat di Istana, seusai salat Idulfitri, yang disebut Gelar Griya Idulfitri 1446 H. - BPMI Setpres -
Ketika Istana Membuka Pintu
Selasa, 01 April 2025
Ilustrasi ketupat lebaran - freepik -
Ketupat Lalu Pergi
Selasa, 01 April 2025
Ilustrasi gema takbir - Foto: Dok Kemenag -
Gema Takbir Berkumandang
Senin, 31 Maret 2025
Ilustrasi -
Besok Lebaran
Minggu, 30 Maret 2025
Ilustrasi usai salat Ied di Perumahan Serpong Estate - Repro -
Kemenangan atau Sekadar Perayaan?
Sabtu, 29 Maret 2025