Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Influenza A Naik, Puan Soroti IGD Penuh: Pemerintah Diminta Perkuat Kesiapan

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 18 September 2026 | 05:09 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti peningkatan aktivitas Influenza A di Indonesia pada awal September 2026. - RMN -
Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti peningkatan aktivitas Influenza A di Indonesia pada awal September 2026. - RMN -

RAJAMEDIA.CO – Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti peningkatan aktivitas Influenza A di Indonesia pada awal September 2026. Meski aktivitas influenza secara nasional masih dikategorikan rendah oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Puan meminta pemerintah memperkuat informasi publik, kesiapan fasilitas kesehatan, serta mengimbau masyarakat kembali disiplin menerapkan protokol kesehatan.
 

Puan menyampaikan hal tersebut dalam keterangan pers, Kamis (17/9/2026). Ia meminta pemerintah memberikan penjelasan yang komprehensif menyusul laporan kepadatan instalasi gawat darurat (IGD) di sejumlah daerah.
 

“Pemerintah perlu memberikan penjelasan komprehensif mengenai laporan peningkatan kasus Influenza A di Indonesia. Apalagi dilaporkan terjadi kepadatan IGD rumah sakit di sejumlah daerah akibat peningkatan kasus Influenza A ini,” kata Puan. 
 

Kemenkes: Aktivitas Influenza Masih Rendah
 

Kemenkes memang mencatat adanya peningkatan sejumlah indikator influenza. Dalam laporan surveilans hingga 12 September 2026, positivity rate influenza meningkat menjadi 38 persen dari 22 persen pada minggu sebelumnya.
 

Namun, Kemenkes tetap mengategorikan aktivitas influenza secara keseluruhan dalam level rendah, dengan situasi yang dinilai masih terkendali. Pada periode tersebut, proporsi kasus influenza paling banyak ditemukan pada kelompok usia 0–4 tahun. 
 

Data Kemenkes juga menunjukkan pada minggu ke-35 terdapat 66 kasus positif influenza dari 175 spesimen yang diperiksa, terdiri dari 63 Influenza A H1N1pdm09, dua Influenza A H3N2, dan satu Influenza B Victoria. 
 

Puan Soroti Kepadatan IGD
 

Puan mengatakan pemerintah perlu memperhatikan laporan masyarakat mengenai meningkatnya kunjungan pasien dengan gejala influenza, khususnya anak-anak.
 

Ia mendorong pemerintah memastikan layanan kesehatan, terutama IGD dan layanan perawatan anak, memiliki kapasitas yang memadai apabila terjadi peningkatan kebutuhan pelayanan.
 

“Pemerintah harus hadir dengan informasi yang jelas, perlindungan yang mudah dijangkau, dan jaminan bahwa pertolongan tersedia ketika dibutuhkan. Termasuk ketersediaan layanan di IGD,” jelas Puan. 
 

Anak Usia Dini Perlu Mendapat Perhatian
 

Puan juga menyoroti kelompok anak sebagai salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam menghadapi peningkatan influenza.
 

Dalam laporan Kemenkes, kelompok usia 0–4 tahun menjadi kelompok yang paling banyak ditemukan dalam data kasus influenza pada periode tersebut. Di layanan puskesmas sentinel, kelompok usia 5–14 tahun tercatat menyumbang proporsi terbesar kasus ILI. 
 

Menurut Puan, kondisi tersebut perlu diikuti dengan kesiapan layanan kesehatan anak, terutama di wilayah yang mengalami peningkatan kunjungan pasien.
 

Pemerintah Diminta Sampaikan Informasi yang Konsisten
 

Puan meminta Kemenkes menjadi pengarah utama dalam penyampaian informasi mengenai perkembangan Influenza A.
 

Menurutnya, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai tingkat penyebaran, kelompok yang perlu mendapat perhatian, serta langkah yang harus dilakukan ketika anggota keluarga mengalami gejala.


“Pemerintah pusat dan daerah perlu menyampaikan perkembangan keadaan secara terbuka agar keluarga tidak bergantung pada kabar yang belum terverifikasi atau mengambil tindakan pengobatan yang tidak tepat,” ungkap Puan. 
 

Ia juga meminta akses pemeriksaan dan perawatan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk keluarga kurang mampu.
 

Ketersediaan Obat dan Fasilitas Kesehatan Harus Dijaga
 

Selain kesiapan IGD, Puan meminta pemerintah memastikan ketersediaan obat serta kebutuhan kesehatan apabila jumlah pasien meningkat.
 

Ia menilai respons pemerintah perlu diarahkan pada keselamatan masyarakat, ketenangan publik, dan kemudahan memperoleh pertolongan ketika kondisi kesehatan memburuk.
 

Puan Imbau Masyarakat Kembali Terapkan Prokes
 

Di tengah peningkatan aktivitas influenza, Puan mengimbau masyarakat kembali disiplin menerapkan protokol kesehatan.


“Belajar dari pandemi Covid-19 lalu, penerapan prokes dapat membantu mengurangi penyebaran virus. Gunakan masker saat di luar rumah, rajin mencuci tangan, dan konsumsi makanan bergizi,” ujar Puan. 
 

Kemenkes sendiri menganjurkan masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker ketika sakit atau berada di kerumunan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta segera mengakses fasilitas kesehatan jika gejala memburuk atau tidak membaik. 
 

Kelompok Rentan Diminta Lebih Waspada
 

Puan mengingatkan masyarakat yang sedang sakit untuk mengurangi aktivitas dan memeriksakan diri apabila kondisi semakin berat.
 

Sementara kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil diminta menjaga kondisi tubuh dan beristirahat cukup untuk mengurangi risiko komplikasi.
 

Peningkatan aktivitas influenza saat ini menjadi perhatian pemerintah, tetapi data surveilans Kemenkes menunjukkan aktivitas secara nasional masih berada pada kategori rendah. Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada tanpa panik serta mengutamakan informasi kesehatan dari sumber resmi. 
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: