Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Gubernur Lemhannas: Hadapi Disrupsi AI, Perguruan Tinggi Harus Perkuat Karakter Kebangsaan

Laporan: Halim Dzul
Sabtu, 26 September 2026 | 14:53 WIB
Gubernur Lemhannas RI Dr. TB Ace Hasan Syadzily saat memberikan kuliah umum dalam rangkaian Wisuda Sarjana ke-27 Universitas Darunnajah, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). - Foto: Dok. Lemhannas/RMN -
Gubernur Lemhannas RI Dr. TB Ace Hasan Syadzily saat memberikan kuliah umum dalam rangkaian Wisuda Sarjana ke-27 Universitas Darunnajah, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). - Foto: Dok. Lemhannas/RMN -

RAJAMEDIA.CO – Jakarta – Gubernur Lemhannas RI Dr. TB Ace Hasan Syadzily memberikan kuliah umum dalam rangkaian Wisuda Sarjana ke-27 Universitas Darunnajah, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
 

Di hadapan para lulusan dari berbagai jenjang dan lintas disiplin keilmuan, Ace menekankan pentingnya kesiapan generasi terdidik menghadapi perubahan lingkungan strategis global.
 

Ia menyoroti sejumlah tantangan yang semakin kompleks, mulai dari persaingan antarnegara, disrupsi teknologi, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), perubahan iklim, hingga perubahan struktur demografi.
 

Tantangan Global Butuh SDM Adaptif
 

Ace mengatakan berbagai perubahan tersebut menuntut hadirnya sumber daya manusia yang mampu membaca perkembangan global sekaligus memiliki keteguhan dalam menjaga kepentingan nasional.

“Seluruh dinamika dan tantangan tersebut menuntut hadirnya sumber daya manusia yang memiliki kapasitas strategis, berpikir jauh ke depan, mampu membaca perubahan global, dan memiliki keteguhan dalam menjaga kepentingan nasional,” kata Ace.
 

Menurutnya, kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan karakter dan integritas. Lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya secara bertanggung jawab di tengah perubahan zaman.
 

Pesantren Punya Peran Strategis
 

Dalam kuliah umum tersebut, Ace memberikan perhatian khusus terhadap perguruan tinggi berbasis pondok pesantren.
 

Menurutnya, perguruan tinggi berbasis pesantren memiliki posisi strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan yang mencetak insan akademik, tetapi juga membentuk karakter melalui moral dan etika keagamaan.

“Pesantren adalah sekolah kehidupan. Di lingkungan pesantren, santri tidak hanya belajar dari buku, tetapi digembleng lewat disiplin keseharian, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan,” ujar Ace.
 

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, perlu berjalan beriringan dengan nilai-nilai kebangsaan agar lulusan memiliki fondasi moral sekaligus kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
 

AI dan Disrupsi Teknologi
 

Perkembangan kecerdasan buatan menjadi salah satu tantangan yang mendapat perhatian dalam kuliah umum tersebut.

Ace menilai perkembangan teknologi harus diikuti dengan kemampuan manusia untuk beradaptasi. Perguruan tinggi perlu mempersiapkan lulusan agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memahami perubahan dan mengambil peran dalam membentuk masa depan.
 

Di tengah persaingan antarnegara yang semakin dinamis, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu dibarengi dengan kemampuan berpikir strategis serta karakter yang kuat.
 

Karakter Kebangsaan Jadi Fondasi
 

Ace menekankan pentingnya integritas dan karakter kebangsaan sebagai bekal para lulusan ketika memasuki dunia profesional maupun mengabdikan diri kepada masyarakat.
 

“Alumni pendidikan harus memiliki integritas, karakter kebangsaan, dan keteguhan moral dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” ujar Ace.
 

Pesan tersebut menjadi penting di tengah perubahan global yang tidak hanya menghadirkan peluang, tetapi juga tantangan terhadap ketahanan sosial, ekonomi, budaya, teknologi, dan kehidupan berbangsa.
 

Lulusan Diminta Siap Hadapi Perubahan
 

Momentum Wisuda Sarjana ke-27 Universitas Darunnajah menjadi ruang bagi para lulusan untuk membawa bekal akademik sekaligus nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
 

Ace mendorong agar lulusan mampu menjadi bagian dari sumber daya manusia Indonesia yang adaptif, berintegritas, memiliki wawasan global, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan.
 

Perguruan tinggi berbasis pesantren, menurutnya, memiliki peluang besar untuk memainkan peran tersebut dengan memadukan keunggulan akademik, moral, etika keagamaan, kepemimpinan, dan nilai kebangsaan.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: