Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Gaji Guru Rp30 Juta Sebulan? DPR: Ide Besar, Tapi Jangan Asal Jalan!

Laporan: Halim Dzul
Kamis, 25 Juni 2026 | 20:37 WIB
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih - Ilustrasi RMN -
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih - Ilustrasi RMN -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta, Legislator — Usulan menaikkan gaji guru hingga Rp30 juta per bulan mendapat sambutan positif dari Komisi X DPR RI. Namun, parlemen mengingatkan bahwa gagasan besar tersebut harus dibarengi perhitungan fiskal yang realistis agar tidak berhenti sebagai wacana.
 

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menilai peningkatan kesejahteraan guru merupakan kebutuhan mendesak untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional. Meski demikian, ia menegaskan implementasinya membutuhkan kajian yang matang, baik dari sisi anggaran maupun teknis pelaksanaan.
 

Dukung Kesejahteraan Guru, Tapi Harus Realistis
 

Fikri mengatakan ide menaikkan gaji guru patut diapresiasi karena menunjukkan keberpihakan terhadap dunia pendidikan. Namun, pemerintah tidak bisa langsung mengeksekusi kebijakan sebesar itu tanpa perencanaan yang komprehensif.

"Gagasan ini bagus dan perlu mendapat perhatian serius. Tetapi tidak semua gagasan dapat langsung diterapkan pada kondisi aktual saat ini tanpa pembahasan lebih teknis," ujarnya, Kamis (25/6/2026).
 

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas usulan mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang mendorong kenaikan gaji guru menjadi Rp30 juta per bulan sebagai langkah meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menarik talenta terbaik menjadi pendidik.
 

Anggaran Capai Rp30 Triliun per Bulan
 

Menurut perhitungan yang disampaikan Gita Wirjawan, dengan jumlah sekitar 3,5 juta guru di Indonesia, kebutuhan anggaran untuk merealisasikan kebijakan itu diperkirakan mencapai sekitar Rp30 triliun setiap bulan.
 

Nilai tersebut hampir setara dengan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga diperlukan keputusan fiskal yang sangat besar dari pemerintah.
 

Pendidikan Masih Punya Banyak PR
 

Fikri mengingatkan, pemerintah saat ini juga tengah menghadapi berbagai tantangan di sektor pendidikan. Salah satunya adalah pelaksanaan Putusan Mahkamah Konstitusi mengenai pendidikan gratis untuk jenjang SD dan SMP yang juga membutuhkan dukungan anggaran tidak sedikit.
 

Selain guru, menurutnya, pemerintah juga perlu memperhatikan kesejahteraan dosen sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional.
 

"Kalau berbicara kesejahteraan pendidik, maka guru dan dosen tidak bisa dipisahkan. Karena keduanya merupakan elemen penting dalam sistem pendidikan," katanya.
 

Butuh Kebijakan Visioner 
 

Fikri menegaskan, tantangan utama bukan hanya melahirkan gagasan besar, tetapi memastikan sumber pembiayaan, desain kebijakan, serta mekanisme pelaksanaannya benar-benar siap dijalankan.
 

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan hanya akan tercapai jika visi besar pemerintah diiringi kesiapan teknis dan kemampuan fiskal yang memadai, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para pendidik dan peserta didik di seluruh Indonesia.
 

RAJA MEDIA | Pendidikanrajamedia

Komentar: