Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Bromo Terbakar! 120 Hektare Hutan Hangus, Api Diduga Dipicu Aktivitas Manusia

Laporan: Firman
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:57 WIB
Foto ilistrasi kebakaran gunung Bromo - RMN -
Foto ilistrasi kebakaran gunung Bromo - RMN -

RAJAMEDIA.CO – Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo telah menghanguskan sekitar 120 hektare kawasan konservasi. Petugas memastikan kondisi cuaca kering memperbesar kobaran api, namun titik awal kebakaran diduga kuat bukan disebabkan faktor alam.
 

Kebakaran diduga bermula dari kawasan punggungan Blok Bantengan menuju Argosari, lokasi yang memiliki medan berbukit dan sulit dijangkau petugas.
 

Api Diduga Berasal dari Aktivitas Manusia
 

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan dugaan awal mengarah pada sumber api dari kawasan atas punggungan perbukitan.
 

"Kalau dugaan kita memang karena dari atas, sumber api dari atas punggungan dari Bantengan ke arah Argosari," kata Rudijanta dalam keterangan pers, dikutip Sabtu (8/8/2026).
 

Menurutnya, kondisi cuaca yang kering memang membuat api lebih cepat membesar. Namun, faktor tersebut dinilai bukan penyebab munculnya titik api pertama.
 

Dugaan aktivitas manusia semakin menguat karena lokasi awal kebakaran berada di sekitar jalur tradisional yang biasa dilalui masyarakat menuju kawasan Jantur dan Argosari.
 

Medan Curam Jadi Tantangan Pemadaman
 

Upaya pemadaman menghadapi kendala serius karena titik kebakaran berada di kawasan perbukitan dengan medan yang curam.
 

Kondisi tersebut membuat petugas kesulitan menjangkau titik api menggunakan jalur darat. Karena itu, penanganan membutuhkan dukungan dari udara agar penyisiran dan pemadaman dapat dilakukan lebih cepat.
 

Petugas kemudian mengerahkan helikopter serta drone water spray untuk membantu menjangkau titik-titik yang sulit diakses dari darat.
 

Api Sempat Membesar di Blok Bantengan
 

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Subroto, mengatakan kebakaran sempat membesar pada Rabu siang di kawasan Blok Bantengan.
 

Namun, menjelang malam, intensitas kobaran mulai menurun. Meski demikian, petugas gabungan masih menemukan sejumlah titik bara yang harus segera dikendalikan.
 

"Sejak mendapat informasi adanya kebakaran pada 3 Agustus 2026 di kawasan atas Watu Gede, kami langsung mengirimkan tim ke lokasi. Dukungan drone water spray sangat membantu proses pemadaman," ujar Gatot.

Pemantauan Terus Dilakukan
 

Hingga kini, petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pemantauan secara intensif untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
 

Petugas juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di kawasan hutan dan perbukitan, terutama saat kondisi cuaca kering.
 

Kebakaran yang menghanguskan sekitar 120 hektare kawasan konservasi tersebut menjadi peringatan serius bahwa kelalaian maupun aktivitas manusia di kawasan hutan dapat berdampak besar terhadap kelestarian ekosistem.
 

RAJA MEDIA - Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: