Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Prabowo: Pemimpin yang Tak Bekerja Tak Dibutuhkan Rakyat

Laporan: Firman
Rabu, 29 Juli 2026 | 20:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat pelantikan praja IPDN di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026). - Foto: Setkab RI -
Presiden Prabowo Subianto saat pelantikan praja IPDN di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026). - Foto: Setkab RI -

RAJAMEDIA.CO – Sumedang -  Presiden Prabowo Subianto melontarkan pesan keras kepada seluruh aparatur negara. Menurutnya, rakyat tidak membutuhkan birokrasi yang lamban dan berbelit-belit, apalagi pemimpin yang tidak bekerja sepenuh hati untuk kepentingan masyarakat.
 

Pesan itu disampaikan Prabowo saat melantik praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
 

Di hadapan para purna praja, Presiden menegaskan bahwa menjadi aparatur negara bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan untuk mengabdi kepada rakyat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 

Aparatur Harus Hadir Saat Rakyat Membutuhkan
 

Prabowo mengingatkan bahwa jalan pengabdian sebagai pamong praja bukanlah tugas yang ringan. Sejak awal, aparatur negara dituntut hadir untuk membantu masyarakat yang menghadapi berbagai persoalan.
 

"Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit. Rakyat kita tidak perlu pemimpin-pemimpin yang tidak bekerja dengan sebaik-baiknya," tegas Prabowo.
 

Menurutnya, kehormatan seorang aparatur negara tidak ditentukan oleh pangkat maupun jabatan, melainkan oleh manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
 

Jujur, Disiplin, dan Antikorupsi
 

Presiden menegaskan, aparatur negara harus menjadi pelayan, pelindung, sekaligus pengayom masyarakat.
 

Karena itu, setiap aparatur dituntut bekerja dengan penuh integritas, menjunjung kejujuran, disiplin, serta menjauhkan diri dari praktik korupsi.
 

"Utamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan," pesan Presiden.
 

Prabowo juga mengingatkan bahwa di mana pun mereka bertugas, para pamong praja adalah wajah negara di mata masyarakat.
 

Kepercayaan publik, katanya, hanya akan lahir apabila aparatur benar-benar bekerja untuk rakyat.
 

"Mengecewakan rakyat akan merusak kepercayaan kepada negara itu sendiri," ujarnya.

Indonesia Butuh Pemerintahan yang Bersih
 

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengingatkan besarnya potensi Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan kekayaan alam yang melimpah.
 

Menurutnya, sejarah menunjukkan Indonesia selama berabad-abad menjadi sasaran kekuatan asing yang memanfaatkan politik pecah belah untuk menguasai sumber daya bangsa.
 

Karena itu, Indonesia membutuhkan pemerintahan yang kuat, disiplin, bersih, berintegritas, dan bebas korupsi agar mampu berdiri mandiri serta tidak bergantung kepada bangsa lain.
 

"Dengan pemerintahan yang bersih dan berintegritas, sejarah mengajarkan bahwa negara akan berhasil, bangsa menjadi makmur, dan rakyat menjadi sejahtera," tegas Prabowo.
 

Pengabdian untuk Negara, Bukan Sekadar Jabatan
 

Presiden menutup arahannya dengan mengajak para purna praja IPDN menjaga amanah yang telah diberikan negara.
 

Bagi Prabowo, keberhasilan aparatur bukan diukur dari tingginya jabatan, melainkan dari seberapa besar kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, bersih, dan berpihak kepada rakyat.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: