Fondasi Daya Saing Global, Saleh Daulay: Pariwisata Nasional Harus Bersih dan Aman
RAJAMEDIA.CO – Jakarta, Legislator - Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menegaskan pengembangan pariwisata nasional tidak bisa lagi hanya bertumpu pada promosi dan angka kunjungan. Menurutnya, kebersihan destinasi dan keselamatan wisatawan harus menjadi fondasi utama agar pariwisata Indonesia tumbuh berkualitas, berkelanjutan, dan mampu bersaing di level global.
Penegasan itu disampaikan Saleh dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Pariwisata di Ruang Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
“Pariwisata bukan sekadar menjual keindahan alam atau budaya. Yang jauh lebih penting adalah memastikan destinasi itu bersih, aman, dan nyaman bagi wisatawan,” tegasnya.
Persoalan Kebersihan Masih Jadi PR Serius
Saleh menilai persoalan kebersihan destinasi wisata hingga kini masih menjadi tantangan di banyak daerah. Pengelolaan kebersihan, kata dia, kerap bersifat sementara dan tidak berkelanjutan.
Karena itu, ia mendorong agar pengelolaan kebersihan dan higienitas dilakukan secara sistematis, terintegrasi, dan berkesinambungan, bukan sekadar reaksi insidental saat musim liburan.
Butuh Kolaborasi Lintas Sektor
Legislator Fraksi PAN itu menekankan, urusan kebersihan destinasi wisata tidak bisa dibebankan hanya pada satu kementerian atau lembaga. Diperlukan koordinasi lintas sektor yang kuat, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga partisipasi aktif masyarakat.
“Kebersihan destinasi wisata bukan urusan satu pihak. Harus ada kerja sama, pengawasan, dan konsistensi agar kebijakan benar-benar terasa di lapangan,” ujarnya.
Standar Keselamatan Harus Jelas
Selain kebersihan, Saleh juga menyoroti aspek keselamatan dan keamanan wisatawan. Menurutnya, standar keselamatan pariwisata harus diperjelas dan diterapkan secara menyeluruh, mulai dari transportasi, destinasi, aktivitas wisata, hingga fasilitas pendukung.
“Tanpa jaminan keselamatan, pariwisata sulit berkembang secara sehat. Standar yang jelas dan pengawasan berkelanjutan akan memberi rasa aman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” katanya.
Citra Pariwisata Indonesia Dipertaruhkan
Saleh menegaskan, kebersihan dan keselamatan berkaitan langsung dengan citra pariwisata Indonesia di mata dunia. Destinasi yang bersih, tertata, dan aman diyakini akan meningkatkan kepercayaan wisatawan serta mendorong kunjungan berkelanjutan.
Ia juga mendorong agar penguatan tata kelola pariwisata tidak hanya terpusat di destinasi unggulan, tetapi menjangkau desa wisata dan wilayah yang belum berkembang.
Pariwisata untuk Pemerataan Ekonomi
Dalam konteks pembangunan daerah, Saleh menilai pariwisata harus menjadi instrumen pemerataan ekonomi. Dengan tata kelola yang baik, sektor ini dinilai mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata.
“Pariwisata bukan hanya soal devisa, tapi juga soal keadilan ekonomi bagi daerah,” ujarnya.
DPR Perkuat Fungsi Pengawasan
Menutup pernyataannya, Saleh menegaskan Komisi VII DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan dan program pariwisata nasional agar sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
“Kami ingin pariwisata Indonesia tumbuh dengan kualitas, bukan hanya kuantitas. Kebersihan, keselamatan, dan tata kelola yang baik adalah kuncinya,” pungkasnya.![]()
Hukum | 6 hari yang lalu
Daerah | 2 hari yang lalu
Politik | 6 hari yang lalu
Daerah | 4 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
Kesehatan | 1 hari yang lalu
Nasional | 6 hari yang lalu
Peristiwa | 6 hari yang lalu
Opini | 6 hari yang lalu
