Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

BAZNAS Gebrak Pengelolaan Muzaki! Kepercayaan Publik dan Dampak Zakat Jadi Kunci

Laporan: CAREP-RM-1
Selasa, 08 September 2026 | 21:11 WIB
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, saat Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-RAKORNAS) BAZNAS  - Foto: Dok Baznas -
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, saat Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-RAKORNAS) BAZNAS - Foto: Dok Baznas -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat pengelolaan muzaki secara profesional dan berkelanjutan. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) secara nasional.
 

Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, dalam Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-RAKORNAS) BAZNAS bertajuk “Target dan Strategi Pengumpulan pada BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kab/Kota” bersama Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, secara daring, Selasa (8/9/2026).
 

Muzaki Harus Jadi Mitra Strategis
 

Rizaludin mengatakan, pengelolaan muzaki tidak cukup hanya berorientasi pada penghimpunan dana. Muzaki perlu ditempatkan sebagai mitra strategis dalam ekosistem filantropi Islam.
 

Menurutnya, muzaki saat ini tidak hanya membutuhkan kemudahan dalam menunaikan zakat, tetapi juga ingin mengetahui manfaat dari zakat yang disalurkan.
 

Para muzaki juga ingin dilibatkan dan melihat secara langsung dampak nyata dari program-program yang bersumber dari zakat mereka.
 

“Karena itu, kita perlu melakukan reorientasi dalam pengelolaan muzaki. Hubungan dengan muzaki harus kita bangun secara berkelanjutan, melalui pelayanan yang baik, komunikasi yang terbuka, serta menunjukkan dampak nyata dari zakat yang mereka tunaikan,” ujar Rizaludin.
 

BAZNAS Harus Jadi Pilihan Muzaki
 

Rizaludin mengungkapkan, hingga kini masih banyak masyarakat yang menyalurkan zakat melalui lembaga-lembaga nonformal.
 

Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi pekerjaan rumah bagi BAZNAS untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga zakat formal.
 

“Ini PR kita. Kita harus mampu melakukan reorientasi dalam pengelolaan muzaki. Bagaimana ke depan supaya BAZNAS menjadi pilihan bagi para muzaki dan membayar zakat lebih utama melalui lembaga formal seperti BAZNAS daripada membayar langsung, melalui ustaz, atau masjid ataupun lembaga nonformal lainnya,” kata Rizaludin.
 

Perkuat Value-Driven Fundraising
 

Untuk menjawab tantangan tersebut, BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia didorong memperkuat konsep value-driven fundraising.
 

Pendekatan ini dilakukan melalui penguatan dakwah zakat, penyaluran program yang memberikan manfaat nyata, serta menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
 

Dengan cara tersebut, muzaki diharapkan semakin percaya dan memilih BAZNAS sebagai lembaga untuk menyalurkan amanah zakatnya.
 

“Untuk menjaga keberlanjutan dan kepercayaan publik, terdapat empat pilar utama value-driven fundraising, yakni transparansi dan laporan dampak nyata, pembinaan relasi yang personal dan inklusif, penguatan branding serta reputasi lembaga yang profesional dan taat audit, hingga pelibatan aktif muzaki dalam berbagai program kemanusiaan,” jelasnya.
 

Lima Tahap Bangun Kedekatan dengan Muzaki
 

Rizaludin juga menekankan pentingnya penerapan konsep 5D BAZNAS, yakni Diingat, Dipercaya, Dijangkau, Dicintai, dan Dibanggakan.
 

Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman berzakat yang lebih bermakna sekaligus memperluas dampak zakat terhadap kesejahteraan masyarakat.
 

Menurut Rizaludin, pendekatan kepada muzaki harus dimulai sejak proses perancangan program. Program yang dibuat BAZNAS harus relevan dengan kebutuhan dan aspirasi muzaki serta menghasilkan manfaat yang nyata dan luas.
 

“Karena program itu harus diingat dan dicintai muzaki, harus terasa dekat dengan muzaki, dan perubahannya terlihat oleh muzaki, dan manfaatnya juga terasa. Maka, kalau membuat program, perspektifnya harus dari muzaki,” ujarnya.
 

Bukan Sekadar Menghimpun, tapi Menghadirkan Dampak
 

Penguatan pengelolaan muzaki menjadi bagian penting dari strategi BAZNAS untuk membangun ekosistem filantropi Islam yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada dampak.
 

Kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui pelayanan yang mudah, tetapi juga melalui keterbukaan, hubungan yang berkelanjutan, serta bukti bahwa zakat benar-benar memberikan perubahan bagi masyarakat penerima manfaat.
 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Saidah Sakwan, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Syarifuddin, Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI Fitriansyah Agus Setiawan, serta seluruh pimpinan BAZNAS tingkat provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: