Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

BAZNAS dan GPI Bangun Sinergi, Dorong Wakaf, Beasiswa hingga Green Zakat

Laporan: Firman
Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:30 WIB
Pimpinan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan saat menerima audensi pimpinan dan delegasi Gerakan Pemuda Islam (GPI) - Foto: Dok. BAZNAS -
Pimpinan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan saat menerima audensi pimpinan dan delegasi Gerakan Pemuda Islam (GPI) - Foto: Dok. BAZNAS -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima kunjungan audiensi pimpinan dan delegasi Gerakan Pemuda Islam (GPI) untuk menjajaki sinergi dalam memperkuat tata kelola zakat sekaligus mempercepat berbagai program pemberdayaan umat.
 

Pertemuan yang berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (21/8/2026), menjadi ruang silaturahmi sekaligus pembahasan awal sejumlah program keumatan yang berpotensi dikolaborasikan.
 

Dari Wakaf Al-Qur'an hingga Green Zakat
 

Penjajakan kerja sama tersebut mencakup berbagai program, mulai dari wakaf Al-Qur'an saku untuk pelosok, penanaman mangrove, beasiswa pendidikan, Mualaf Center, hingga optimalisasi penghimpunan zakat, infak dan sedekah (ZIS) melalui skema co-fundraising.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, mengatakan BAZNAS membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan GPI.
 

Menurutnya, kerja sama dapat dikembangkan tidak hanya dalam penyaluran program keumatan, tetapi juga penguatan penghimpunan dana publik.
 

“Kerja sama dengan BAZNAS ini bisa mencakup dua hal, pertama terkait penyaluran program keumatan dan kedua terkait fundraising atau penghimpunan dana bersama,” jelas Rizaludin.
 

Kader GPI Didorong Kuasai Fundraising
 

Rizaludin menilai jaringan luas dan militansi kader GPI dapat menjadi modal penting untuk mendukung pelaksanaan berbagai program keumatan BAZNAS.
 

Karena itu, ia juga mendorong organisasi kepemudaan meningkatkan kapasitas kader, terutama dalam pengelolaan dan penghimpunan dana publik secara profesional, transparan, dan akuntabel.
 

“Kami mendorong lembaga-lembaga kepemudaan untuk mulai masuk ke pencarian dana publik dan kami siap memfasilitasi teman-teman GPI yang ingin belajar tata kelola fundraising di BAZNAS,” kata Rizaludin.
 

Menurutnya, penguatan kapasitas tersebut penting agar potensi jaringan organisasi kepemudaan dapat dioptimalkan untuk mendukung kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
 

GPI Siapkan Program Keumatan
 

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI), Khoirul Amin, menyambut baik pertemuan tersebut.
 

Ia berharap silaturahmi antara GPI dan BAZNAS dapat dilanjutkan dengan perumusan program bersama yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
 

Sejumlah gagasan yang ditawarkan antara lain penyaluran wakaf Al-Qur'an saku ke pesantren tahfiz di daerah pelosok, gerakan pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove di kawasan terdampak abrasi, serta pemberian beasiswa bagi pemuda dari keluarga kurang mampu.
 

“Bagaimana kemudian silaturahmi ini bisa dilanjutkan pada merumuskan program, sehingga kami dibantu untuk merealisasikan program-program keumatan bersama BAZNAS yang sevisi dan seperjuangan,” kata Khoirul Amin.
 

Dorong Pemberdayaan Ekonomi dan Lingkungan
 

Kolaborasi BAZNAS dan GPI juga diarahkan pada konsep Green Zakat, yang menghubungkan pengelolaan dana zakat dengan program pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
 

Penanaman mangrove, misalnya, diharapkan tidak hanya menjadi gerakan ekologis untuk menghadapi abrasi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir.
 

Dengan pendekatan tersebut, zakat diharapkan tidak berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan manfaat berkelanjutan.
 

Sinergi ZIS Jadi Langkah Awal
 

Pertemuan BAZNAS dan GPI menjadi langkah awal untuk menyelaraskan potensi jaringan organisasi kepemudaan dengan program-program pemberdayaan umat.
 

Melalui kolaborasi penyaluran program dan co-fundraising ZIS, kedua pihak diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat zakat sekaligus memperkuat tata kelola penghimpunan dana publik.
 

Sinergi tersebut juga diharapkan melahirkan lebih banyak program yang menyentuh kebutuhan pendidikan, lingkungan, pembinaan mualaf, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
 

BAZNAS dan GPI Buka Ruang Kolaborasi Lebih Luas
 

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI H. Fitriansyah Agus Setiawan, dan Kepala Divisi Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Iqbal Rachmat.
 

Sementara dari GPI hadir Wakil Ketua Umum GPI M. Zaini Warat bersama jajaran delegasi GPI.
 

Pertemuan ini menjadi fondasi awal bagi penguatan kerja sama antara BAZNAS dan GPI dalam menghadirkan program keumatan yang lebih luas, profesional, dan berkelanjutan.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: