Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Banpres Rp3 Juta Sasar 200 Ribu UMKM Terdampak Bencana di Tiga Provinsi

Laporan: Firman
Jumat, 09 Oktober 2026 | 11:25 WIB
Tenaga Ahli Menteri UMKM, Faisal Anwar (tengah) saat menyalurkan Banpres kepada pengusaha UMKM terdampak bencana. - Humas KUMKM/RMN -
Tenaga Ahli Menteri UMKM, Faisal Anwar (tengah) saat menyalurkan Banpres kepada pengusaha UMKM terdampak bencana. - Humas KUMKM/RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bekerja sama dengan PT Bank Sumut untuk menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) kepada pengusaha UMKM terdampak bencana. Pada 2026, program ini menyasar 200 ribu pengusaha UMKM di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
 

Setiap penerima akan memperoleh bantuan sebesar Rp3 juta untuk membantu memulihkan aktivitas usaha yang terganggu akibat bencana, termasuk memenuhi kebutuhan modal kerja, membeli bahan baku, memperbaiki sarana usaha, dan membiayai operasional.
 

200 Ribu Penerima di Tiga Provinsi
 

Program Banpres tahun 2026 ditujukan bagi pengusaha UMKM terdampak bencana di tiga provinsi, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Total sasaran program mencapai 200 ribu pengusaha UMKM.
 

Namun, rincian kuota penerima untuk masing-masing provinsi belum disebutkan dalam keterangan yang tersedia. Karena itu, jumlah penerima di setiap daerah belum dapat dipastikan.
 

Tenaga Ahli Menteri UMKM, Faisal Anwar, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk membantu pengusaha UMKM kembali produktif setelah kehilangan pendapatan atau terhentinya kegiatan usaha akibat bencana.
 

“Bencana membuat banyak pengusaha UMKM kehilangan aktivitas dan pendapatan. Pemerintah hadir memberikan stimulus agar mereka dapat kembali menjalankan usahanya,” ujar Faisal di Jakarta, dikutip, Jumat (9/10/2026).
 

Bantuan Rp3 Juta untuk Kebutuhan Usaha
 

Setiap penerima memperoleh bantuan Rp3 juta yang dapat digunakan sesuai kebutuhan dan kondisi usahanya. Pemanfaatannya meliputi pembelian bahan baku, modal kerja, perbaikan sarana usaha, serta kebutuhan operasional lainnya.
 

Fleksibilitas penggunaan bantuan diharapkan membantu pengusaha memenuhi kebutuhan paling mendesak agar kegiatan produksi, perdagangan, dan pelayanan kepada konsumen dapat kembali berjalan.
 

Pemulihan Berlanjut dengan Pendampingan
 

Faisal menegaskan, bantuan finansial perlu diikuti pendampingan usaha, perluasan akses pembiayaan dan pasar, peningkatan kapasitas pengusaha, serta pemanfaatan teknologi digital.
 

Kerja sama Kementerian UMKM dan Bank Sumut menjadi bagian dari upaya memperkuat penyaluran bantuan melalui lembaga keuangan. Pemerintah juga mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya agar pemulihan usaha berjalan efektif.
 

Program ini diharapkan tidak hanya membantu UMKM memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga menggerakkan kembali rantai pasok lokal, menjaga perputaran ekonomi masyarakat, dan mempertahankan sumber pendapatan keluarga di wilayah terdampak bencana.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: