Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Dubes Australia Kunjungi Lemhannas, Geopolitik Indo-Pasifik Jadi Sorotan

Laporan: Firman
Senin, 12 Oktober 2026 | 20:54 WIB
Gubernur Lemhannas RI Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily, menerima kunjungan Dubes Australia untuk Indonesia, HE Rod Brazier, beserta Atase Pertahanan Australia di kantor Lemhannas RI, Senin (12/10/2026). - Foto: Lemhannas/RMN -
Gubernur Lemhannas RI Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily, menerima kunjungan Dubes Australia untuk Indonesia, HE Rod Brazier, beserta Atase Pertahanan Australia di kantor Lemhannas RI, Senin (12/10/2026). - Foto: Lemhannas/RMN -

RAJAMEDIA.CO – Jakarta – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily, menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, HE Rod Brazier, beserta Atase Pertahanan Australia di kantor Lemhannas RI, Senin (12/10/2026).
 

Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah strategis untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Australia, terutama dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik di tengah dinamika geopolitik global.

Ace Hasan menyampaikan bahwa Australia selama ini aktif mengirimkan pejabatnya untuk mengikuti pendidikan yang diselenggarakan Lemhannas RI. Menurutnya, partisipasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan kedua negara.
 

Kerja Sama Indonesia-Australia Keharusan
 

Ace Hasan menegaskan, Indonesia dan Australia memiliki kepentingan bersama dalam menjaga keamanan serta stabilitas kawasan. Sebagai negara sahabat dan tetangga di kawasan, hubungan kedua negara perlu terus diperkuat melalui kerja sama yang dilandasi sikap saling menghormati.

“Sebagai negara sahabat di kawasan, kerja sama antara Indonesia-Australia merupakan keharusan agar stabilitas kawasan terutama di Indo-Pasifik dapat terjaga dengan baik dalam kerangka saling menghormati dan menghargai kedaulatan masing-masing kedua negara,” ujar Ace Hasan.
 

Menurutnya, penguatan hubungan bilateral tidak hanya menyangkut kepentingan diplomatik, tetapi juga berkaitan dengan upaya membangun kepercayaan dan mendorong stabilitas kawasan dalam menghadapi berbagai tantangan strategis.
 

Dubes Australia Beri Kuliah Umum di Lemhannas
 

Usai pertemuan khusus, Ace Hasan mengajak Rod Brazier memberikan kuliah umum kepada peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX Tahun 2026.
 

Kuliah umum tersebut membahas geopolitik kawasan Indo-Pasifik dalam perspektif Australia. Forum ini menjadi kesempatan bagi para peserta pendidikan untuk memahami cara pandang Australia terhadap perkembangan strategis kawasan serta hubungan bilateral dengan Indonesia.

Dalam pemaparannya, Rod Brazier menyampaikan perspektif Australia mengenai kerja sama Indonesia-Australia di berbagai forum internasional.
 

Para peserta Pendidikan P4N LXX kemudian terlibat aktif dalam diskusi dengan menyampaikan tanggapan dan pertanyaan mengenai berbagai isu yang dibahas.
 

Ace Hasan menilai dialog semacam ini penting untuk memperluas wawasan geopolitik para calon pemimpin nasional, khususnya dalam memahami kepentingan dan perspektif negara-negara mitra di kawasan.
 

Hubungan Strategis Terus Diperkuat
 

Penguatan hubungan Indonesia-Australia juga tercermin dalam perkembangan kerja sama kedua negara di tingkat pemerintahan.
 

Pada 6 Februari 2026, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menandatangani traktat keamanan bersama di Jakarta. Kesepakatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemitraan strategis serta kontribusi kedua negara dalam menjaga perdamaian dan stabilitas Indo-Pasifik. 
 

Dalam pernyataan bersama, Prabowo menegaskan bahwa kesepakatan keamanan tersebut mencerminkan komitmen kedua negara untuk bekerja sama menjaga keamanan nasional masing-masing dan berkontribusi bagi stabilitas kawasan.
 

Sementara itu, Albanese menyebut Indonesia memiliki posisi penting bagi kemakmuran, keamanan, dan stabilitas Indo-Pasifik. Ia juga menekankan kuatnya hubungan kedua negara sebagai tetangga, mitra, dan sahabat. 
 

Perkuat Wawasan Geopolitik Calon Pemimpin Nasional
 

Pertemuan dan kuliah umum tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman peserta pendidikan Lemhannas mengenai perkembangan lingkungan strategis internasional.
 

Dalam pendidikan kepemimpinan nasional, pemahaman geopolitik diperlukan untuk membaca perubahan hubungan antarnegara, mengidentifikasi tantangan keamanan, serta merumuskan kebijakan yang mempertimbangkan kepentingan nasional.
 

Lemhannas sebelumnya juga menegaskan pentingnya membentuk pemimpin yang mampu berpikir antisipatif dan adaptif terhadap perubahan geopolitik maupun geoekonomi global. 
 

Melalui dialog dengan perwakilan Australia, para peserta P4N LXX diharapkan memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai dinamika Indo-Pasifik dan pentingnya diplomasi dalam menjaga hubungan antarnegara.
 

Ace Hasan menegaskan bahwa kerja sama Indonesia-Australia perlu terus dikembangkan dengan tetap berpegang pada prinsip saling menghormati, menghargai kedaulatan, serta menjaga stabilitas kawasan.
 

RAJAMEDIA.CO – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: