Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Kabar Baik untuk UMKM Kalbar, Kredit Bunga Nol Persen Siapkan Modal Rp5 Juta

Laporan: Firman
Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:13 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi peluncuran program Kredit Usaha Mikro (KUM) Peduli di Kalimantan Barat. - Humas KUMKM/RMN -
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi peluncuran program Kredit Usaha Mikro (KUM) Peduli di Kalimantan Barat. - Humas KUMKM/RMN -

RAJAMEDIA.CO – Pontianak – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengapresiasi peluncuran program Kredit Usaha Mikro (KUM) Peduli di Kalimantan Barat. Program ini menawarkan pembiayaan dengan bunga nol persen dan plafon maksimal Rp5 juta untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM.
 

Program yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Bank Kalbar dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat tersebut memanfaatkan skema tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Inisiatif ini diharapkan membantu pelaku usaha mikro yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.

Dalam acara Sinergi Penguatan Ekonomi Lokal Kalimantan Barat melalui Pemberdayaan UMKM di Pontianak, Senin (19/10/2026), Maman menegaskan bahwa kemudahan akses pembiayaan harus diikuti peningkatan kapasitas pelaku usaha agar modal yang diterima benar-benar produktif.
 

Kredit Murah Harus Diikuti Penguatan Kapasitas UMKM
 

Maman menilai kolaborasi pemerintah daerah, perbankan, dan lembaga jasa keuangan merupakan langkah konkret untuk membangun ekosistem pembiayaan yang lebih inklusif.
 

Namun, menurutnya, pemberian modal tidak boleh berhenti pada pencairan kredit. Pelaku UMKM juga perlu dibekali kemampuan mengelola keuangan, menjaga keberlanjutan usaha, serta memenuhi kewajiban pengembalian pinjaman.
 

“Ketika UMKM diberikan akses pembiayaan, kita harus memastikan mereka memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembalikan pinjaman tersebut. Karena itu, peningkatan kapasitas UMKM menjadi bagian penting agar pembiayaan yang diberikan benar-benar mendorong pertumbuhan usaha,” ujar Maman.
 

Ia menambahkan, perluasan pembiayaan tidak cukup hanya melalui peningkatan plafon kredit. Kesiapan usaha, tata kelola keuangan, dan pendampingan juga harus diperkuat agar modal dapat dimanfaatkan secara optimal.
 

3,9 Juta UMKM Pertama Kali Mengakses Pembiayaan Formal
 

Pemerintah terus memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membuka kesempatan bagi lebih banyak pelaku UMKM mendapatkan pembiayaan melalui lembaga keuangan formal.
 

Maman mengungkapkan, selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sekitar 3,9 juta pelaku UMKM tercatat baru pertama kali memperoleh akses pembiayaan formal melalui program KUR.

Capaian tersebut dinilai menunjukkan semakin terbukanya akses permodalan bagi pelaku usaha yang sebelumnya kesulitan menjangkau layanan keuangan formal.
 

Selain memperluas akses, pemerintah juga mendorong agar penyaluran pembiayaan lebih banyak diarahkan pada sektor produktif yang berpotensi meningkatkan kapasitas usaha dan menyerap tenaga kerja.
 

“Yang menarik, dari total alokasi KUR sebesar Rp300 triliun pada 2026, penyaluran ke sektor produksi telah mencapai 65,9 persen, melampaui target minimal 65 persen,” kata Maman.
 

Ia menegaskan, pembiayaan untuk sektor produksi penting untuk mendorong pertumbuhan usaha sekaligus memperluas kesempatan kerja.
 

“Saya berharap semakin banyak UMKM di Kalimantan Barat dapat memanfaatkan akses pembiayaan tersebut untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya.
 

Akses Pasar Jadi Kunci Pertumbuhan Usaha
 

Selain permodalan, Maman menyoroti pentingnya membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk UMKM. Menurutnya, kemampuan produksi dan ketersediaan modal harus berjalan beriringan dengan peluang pemasaran.
 

Tanpa akses pasar yang memadai, tambahan modal belum tentu mampu meningkatkan penjualan dan memperkuat keberlanjutan usaha.
 

Karena itu, Kementerian UMKM terus mendorong kemitraan antara pemerintah, lembaga jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan pembiayaan formal atau menjadi bankable.
 

Melalui pendekatan tersebut, pembiayaan diharapkan tidak hanya menyelesaikan kebutuhan modal jangka pendek, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan usaha dalam jangka panjang.
 

Pemprov Kalbar Tanggung 50 Persen Bunga dan Biaya Penjaminan
 

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menjelaskan bahwa program KUM Peduli merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Bank Kalbar, dan Jamkrida yang telah berjalan selama tiga tahun.

Program tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMKM memperoleh pembiayaan dengan biaya yang lebih terjangkau melalui pembagian peran antara pemerintah daerah, perbankan, dan lembaga penjaminan.
 

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bantuan modal usaha dapat diterima oleh UMKM yang membutuhkan, sehingga mampu mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan menggerakkan perekonomian Kalimantan Barat,” ujar Krisantus.
 

Dalam skema KUM Peduli, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menanggung 50 persen bunga kredit dan 50 persen biaya penjaminan. Bank Kalbar bertugas menyalurkan pembiayaan modal usaha, sedangkan Jamkrida memberikan penjaminan kredit.
 

Pembagian peran tersebut menjadi bagian dari upaya menekan beban pembiayaan sekaligus memperluas kesempatan pelaku usaha mikro mendapatkan dukungan permodalan.
 

Krisantus berharap program ini menjangkau pelaku UMKM secara tepat sasaran dan tepat waktu sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
 

Disinergikan dengan Pengembangan Wisata Singkawang
 

Program KUM Peduli juga disinergikan dengan pengembangan kawasan wisata terpadu Kota Singkawang. Langkah ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
 

Pengembangan kawasan wisata dapat menciptakan peluang pemasaran produk lokal, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga berbagai produk unggulan daerah.
 

Dengan dukungan pembiayaan, pendampingan usaha, dan perluasan akses pasar, UMKM diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta mengambil bagian lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
 

Program KUM Peduli menjadi salah satu upaya memperkuat akses permodalan bagi usaha mikro. Tantangan berikutnya adalah memastikan pembiayaan tersebut benar-benar mendorong peningkatan pendapatan, memperkuat daya tahan usaha, dan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kalimantan Barat.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: