Kabar Duka! Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto Wafat di Usia 82 Tahun
RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Kabar duka datang dari keluarga besar TNI dan bangsa Indonesia. Mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada Sabtu (24/10/2026) pukul 21.30 WIB di kediamannya di Jakarta. Almarhum wafat dalam usia 82 tahun setelah mengalami sakit.
Widodo merupakan Panglima TNI periode 1999–2002. Setelah menyelesaikan pengabdian militernya, ia dipercaya menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode 2004–2009.
Kepergiannya menutup perjalanan panjang seorang perwira TNI Angkatan Laut yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, baik di lingkungan militer maupun pemerintahan.
Rumah Duka di Kelapa Gading
Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, rumah duka almarhum berada di Kompleks TNI Angkatan Laut, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.
Alamat lengkapnya di Jalan Gading Raya 1 Blok D Nomor 14, RT 007/RW 05. Hingga berita ini disusun, jadwal pemakaman belum diumumkan.
Kabar wafatnya Widodo juga mendapat perhatian dari kalangan TNI. Sejumlah pemberitaan pada Minggu (25/10/2026) mengonfirmasi kepergian mantan Panglima TNI tersebut dalam usia 82 tahun.
Pernah Pimpin TNI dan Menko Polhukam
Widodo dipercaya menjadi Panglima TNI pada 1999 hingga 2002. Pengangkatannya menjadi catatan sejarah karena ia merupakan Panglima TNI pertama yang berasal dari matra Angkatan Laut.
Sebelum menduduki jabatan tersebut, pada 1999 ia diangkat sebagai Wakil Panglima ABRI oleh Presiden B.J. Habibie. Karier militernya mencapai puncak ketika Presiden Abdurrahman Wahid mempercayainya memimpin TNI.
Setelah purnatugas dari jabatan Panglima TNI, Widodo kembali mengemban amanah di pemerintahan. Ia menjabat Menko Polhukam pada Kabinet Indonesia Bersatu di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama 2004–2009.
Pengalaman panjangnya di bidang pertahanan dan keamanan menjadi bekal dalam menjalankan tugas koordinasi politik, hukum, dan keamanan nasional.
Mengemban Sejumlah Jabatan Strategis
Selain sebagai Panglima TNI dan Menko Polhukam, Widodo pernah dipercaya menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada periode 2010–2014.
Ia juga pernah menjalankan tugas sebagai Menteri Dalam Negeri ad interim pada 2 April hingga 29 Agustus 2007. Selanjutnya, ia ditunjuk menjadi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ad interim pada 1–20 Oktober 2009.
Berbagai jabatan tersebut menunjukkan luasnya tanggung jawab yang pernah diemban Widodo, mulai dari kepemimpinan militer hingga koordinasi kebijakan pemerintahan.
Lahir di Boyolali, Lulusan Akademi Angkatan Laut
Widodo Adi Sutjipto lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 1944. Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Surakarta sebelum melanjutkan pendidikan militer di Akademi Angkatan Laut.
Setelah lulus pada 1968, ia meniti karier di lingkungan TNI Angkatan Laut. Perjalanan panjang tersebut membawanya menduduki jabatan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) sebelum kemudian dipercaya menjadi Wakil Panglima ABRI dan Panglima TNI.
Pengangkatannya sebagai Panglima TNI menandai sejarah tersendiri bagi institusi tersebut karena kepemimpinan TNI berada di tangan perwira yang berasal dari matra laut.
Menerima Tanda Kehormatan
Sepanjang pengabdiannya, Widodo menerima sejumlah tanda kehormatan atas kiprahnya di bidang militer dan pemerintahan. Salah satunya adalah Bintang Mahaputera Adipradana yang dianugerahkan pada 13 Agustus 1999.
Ia juga menerima sejumlah penghargaan militer dari negara sahabat, termasuk Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam pada 2000.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari catatan pengabdiannya selama menjalankan tugas di lingkungan militer dan menjalin hubungan dengan negara-negara sahabat.
Pengabdian Panjang bagi Bangsa
Kepergian Widodo Adi Sutjipto menjadi kehilangan bagi keluarga, kolega, dan keluarga besar TNI. Sepanjang perjalanan kariernya, ia pernah menduduki posisi penting dalam kepemimpinan militer serta pemerintahan.
Dari Kepala Staf TNI Angkatan Laut hingga Panglima TNI, kemudian Menko Polhukam dan anggota Wantimpres, perjalanan pengabdiannya mencerminkan peran yang dijalankannya dalam berbagai fase kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bangsa Indonesia kini mengenang sosok purnawirawan yang pernah dipercaya memegang sejumlah jabatan strategis nasional tersebut.
RAJAMEDIA.CO — Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Olahraga | 4 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Opini | 6 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Opini | 1 minggu yang lalu
Politik | 3 hari yang lalu

