Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Hadapi Dinamika Geopolitik, Lemhannas RI Jalin Kemitraan Strategis dengan RSIS NTU

Laporan: Halim Dzul
Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:11 WIB
Gubernur Lemhannas RI Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily saat menerima kunjungan Professor Kumar Ramakrishna - Foto: Dok. Lemhannas RI/RMN -
Gubernur Lemhannas RI Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily saat menerima kunjungan Professor Kumar Ramakrishna - Foto: Dok. Lemhannas RI/RMN -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Dr. Tb. Ace Hasan Syadzily menerima kunjungan Professor Kumar Ramakrishna, Dean S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU), Singapura, bersama sejumlah peneliti RSIS NTU di kantor Lemhannas RI, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
 

Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, terutama dinamika geopolitik kawasan dan tantangan keamanan yang berkembang di tingkat regional maupun internasional.

Kunjungan ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Lemhannas RI dan RSIS NTU untuk memperkuat kerja sama kajian, pertukaran informasi, serta analisis strategis.
 

Baca Perkembangan Geopolitik untuk Perkuat Ketahanan Nasional
 

Dalam pertemuan tersebut, Ace Hasan menekankan pentingnya memperluas perspektif dan memperkuat pertukaran pengetahuan dalam membaca perubahan lingkungan strategis.
 

Kerja sama dengan lembaga kajian internasional seperti RSIS NTU diharapkan dapat memperkaya analisis Lemhannas RI dalam memahami perkembangan geopolitik serta implikasinya terhadap kepentingan nasional Indonesia.
 

“Dinamika geopolitik kawasan perlu dibaca secara komprehensif melalui pertukaran informasi, kajian strategis, dan analisis para ahli. Kolaborasi dengan RSIS NTU diharapkan memperkuat perspektif Lemhannas RI dalam mengantisipasi berbagai tantangan strategis,” ujar Ace.
 

Penguatan kajian strategis menjadi relevan di tengah perubahan hubungan antarnegara, persaingan kekuatan global, serta perkembangan tantangan keamanan kawasan Indo-Pasifik.
 

Lemhannas dan RSIS NTU Teken MoU
 

Penandatanganan MoU menjadi bagian penting dari kunjungan Professor Kumar Ramakrishna bersama delegasi RSIS NTU.
 

Kerja sama tersebut mencakup kajian bersama, pertukaran informasi, dan analisis para ahli atau expert analysis untuk memperluas wawasan mengenai persoalan strategis.
 

Melalui kolaborasi ini, kedua lembaga diharapkan dapat memperkuat pertukaran perspektif akademis dan praktis dalam membaca perkembangan geopolitik kawasan.
 

Kerja sama antarlembaga kajian juga membuka ruang bagi pengayaan analisis terhadap isu keamanan regional yang berpotensi memengaruhi stabilitas dan kepentingan nasional Indonesia.
 

RSIS NTU Memiliki Keahlian Kajian Keamanan
 

Professor Kumar Ramakrishna merupakan Dean RSIS sekaligus profesor studi keamanan nasional di NTU Singapura. Ia memiliki keahlian dalam kajian keamanan nasional, terorisme, radikalisasi, serta strategi menghadapi ekstremisme di Asia Tenggara. Profil resminya tercantum dalam laman RSIS NTU. 
 

Keahlian tersebut relevan dengan kebutuhan kajian strategis kawasan, terutama dalam memahami perubahan lingkungan keamanan dan berbagai tantangan lintas negara.
 

Sementara itu, Lemhannas RI memiliki mandat memberikan saran dan masukan kepada Presiden serta pimpinan nasional terkait berbagai persoalan nasional, regional, dan internasional. 
 

Perkuat Kolaborasi Kajian Strategis Kawasan
 

Kerja sama Lemhannas RI dan RSIS NTU diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan akademik dan memperkuat pertukaran pengetahuan di bidang geopolitik serta keamanan kawasan.
 

Dengan dukungan kajian dan analisis para ahli, kedua lembaga memiliki ruang untuk memperdalam pemahaman terhadap perubahan lingkungan strategis dan implikasinya bagi Indonesia.
 

RAJAMEDIA.CO – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: