Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Puan Berduka Petugas Karhutla Gugur, Desak Evaluasi Standar Keselamatan

Laporan: Halim Dzul
Jumat, 23 Oktober 2026 | 21:44 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa atas gugurnya sejumlah petugas dan relawan saat berjibaku memadamkan karhutla. - RMN -
Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa atas gugurnya sejumlah petugas dan relawan saat berjibaku memadamkan karhutla. - RMN -

RAJAMEDIA.CO — Jakarta — Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa atas gugurnya sejumlah petugas dan relawan saat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia mendesak pemerintah mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) pemadaman, terutama terkait keselamatan dan kesehatan para petugas di lapangan.
 

Puan menegaskan, pengabdian para petugas dan relawan yang mempertaruhkan nyawa demi melindungi masyarakat harus diimbangi dengan perlindungan yang memadai dari negara.
 

“Atas nama DPR, kami juga menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya sejumlah petugas dan relawan saat berjibaku memadamkan api,” kata Puan dalam keterangan pers, Jumat (23/10/2026).
 

Keselamatan Petugas Harus Jadi Prioritas
 

Menurut Puan, penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada penyelamatan warga dan pengendalian kebakaran. Keselamatan petugas serta relawan yang berada di garis depan juga harus menjadi perhatian utama pemerintah.
 

Ia mengingatkan, para petugas dan relawan memiliki keluarga yang menanti mereka kembali dengan selamat setelah menjalankan tugas kemanusiaan.
 

“Selain untuk warga, perhatian pemerintah juga perlu menjangkau petugas dan relawan yang membantu pemadaman api karhutla. Harus ada jaminan keselamatan dan kesehatan bagi para petugas dan relawan, keluarga menunggu mereka pulang,” tuturnya.
 

Puan menilai perlindungan tersebut harus diwujudkan melalui langkah nyata, mulai dari pemenuhan perlengkapan keselamatan, kesiapan kesehatan, hingga prosedur kerja yang mampu meminimalkan risiko di lapangan.
 

Desak Evaluasi SOP Pemadaman Karhutla
 

Gugurnya sejumlah petugas dan relawan, menurut Puan, menjadi pengingat penting bagi negara untuk mengevaluasi prosedur penanganan karhutla.
 

Evaluasi diperlukan agar standar keselamatan diterapkan secara konsisten, termasuk dalam menentukan strategi pemadaman, penggunaan peralatan, serta kesiapan personel menghadapi kondisi berbahaya.
 

“Para petugas dan relawan yang membantu penanganan berangkat dengan harapan dapat menyelamatkan sesama dan kembali kepada keluarganya. Pengabdian itu perlu ditopang perlindungan yang dapat diandalkan,” ujar Puan.
 

Ia menegaskan, upaya mempercepat pengendalian karhutla harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap seluruh pihak yang terlibat, termasuk mereka yang menghadapi risiko paparan asap dan bahaya kebakaran.
 

Sembilan Petugas dan Relawan Dilaporkan Gugur
 

Berdasarkan informasi dalam laporan tersebut, sedikitnya sembilan petugas dan relawan pemadaman karhutla dilaporkan gugur di sejumlah wilayah.
 

Rinciannya, tiga orang di Kalimantan Tengah, lima petugas atau relawan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Probolinggo, serta satu orang di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
 

Selain itu, seorang warga lanjut usia di Samarinda, Kalimantan Timur, juga dilaporkan meninggal dunia setelah membantu memadamkan karhutla untuk mencegah api menjalar ke permukiman.
 

Peristiwa tersebut memperlihatkan besarnya risiko yang dihadapi petugas, relawan, dan warga ketika berupaya mengendalikan kebakaran yang mengancam keselamatan masyarakat.
 

Pengabdian Kemanusiaan Harus Dihargai
 

Puan menyebut petugas dan relawan pemadam karhutla sebagai pahlawan kemanusiaan karena berjuang melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran.
 

“Petugas dan relawan pemadaman karhutla adalah pahlawan kemanusiaan karena berjuang demi membantu keselamatan masyarakat. Pengorbanan mereka seharusnya mendapat perlindungan dan penghargaan yang layak dari negara,” tegasnya.
 

Ia berharap pengendalian karhutla ke depan dilakukan dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, tidak hanya melalui penanganan api, tetapi juga pencegahan, kesiapan personel, dan jaminan keselamatan bagi semua pihak yang terlibat.
 

Bagi Puan, tidak boleh ada pengabdian kemanusiaan yang diabaikan. Negara harus hadir memastikan para petugas dan relawan dapat menjalankan tugas dengan perlindungan yang layak serta kembali dengan selamat kepada keluarga mereka.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: