Politik

Info Haji

Parlemen

Hukum

Ekbis

Nasional

Peristiwa

Galeri

Otomotif

Olahraga

Opini

Daerah

Dunia

Keamanan

Pendidikan

Kesehatan

Gaya Hidup

Calon Dewan

Indeks

Daniel Johan Ingatkan Ancaman El Nino, Karhutla Berpotensi Memburuk hingga 2027

Laporan: Halim Dzul
Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:09 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan  ingatkan ancaman El Nino, Karhutla berpotensi memburuk hingga 2027 - RMN -
Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan ingatkan ancaman El Nino, Karhutla berpotensi memburuk hingga 2027 - RMN -

RAJAMEDIA.CO - Jakarta -  Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengingatkan potensi memburuknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring perkiraan puncak fenomena El Nino pada Desember 2026. Kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Kalimantan, Sumatra hingga Sulawesi, dikhawatirkan semakin sulit dikendalikan jika intensitas panas terus meningkat.
 

Daniel menilai, kebakaran yang berlangsung hingga puncak El Nino berpotensi meningkatkan emisi karbon dan memengaruhi anomali cuaca. Dampaknya bahkan berpotensi berlanjut hingga 2027 apabila kondisi cuaca dan kebakaran tidak segera ditangani.
 

“Yang menjadi kekhawatiran kita, ini belum puncaknya. Puncaknya itu Desember. Kalau kebakaran semakin menjadi, karbon yang dikeluarkan semakin banyak, akhirnya memengaruhi anomali cuaca,” kata Daniel kepada Parlementaria, Selasa (20/10/2026).
 

Pemerintah Diminta Perkuat Antisipasi
 

Daniel meminta pemerintah mengantisipasi kemungkinan meningkatnya intensitas karhutla menjelang akhir tahun. Menurutnya, langkah penanganan perlu diperkuat agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak lingkungan yang semakin besar.
 

Ia mengingatkan, apabila kebakaran tidak segera dikendalikan, dampak El Nino berpotensi berlanjut hingga tahun depan.
 

Dorong Keterbukaan Bantuan ASEAN
 

Selain menyoroti ancaman karhutla, Daniel meminta pemerintah terbuka terhadap peluang bantuan ASEAN dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
 

Menurutnya, bantuan internasional tidak perlu dipersoalkan selama dapat memperkuat kapasitas penanganan bencana dan membantu mengatasi persoalan kemanusiaan maupun lingkungan.
 

Daniel menilai dukungan dari negara lain dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan di lapangan, dengan tetap memperhatikan koordinasi, kewenangan, dan mekanisme kerja sama yang berlaku.
 

Belajar dari Pengalaman Pemulihan Aceh
 

Daniel juga menyinggung pengalaman penanganan bencana banjir di Sumatra dan Aceh sebagai contoh pentingnya dukungan berbagai pihak dalam proses pemulihan.
 

“Enggak ada yang salah dengan itu. Aceh sudah membuktikan, pembangunan kembali berjalan dengan baik. Dengan waktu yang cukup juga bisa lebih cepat,” tuturnya.
 

Ia berharap pengalaman tersebut menjadi pertimbangan pemerintah dalam membuka peluang kerja sama untuk menangani karhutla.
 

Bagi Daniel, keterbukaan terhadap bantuan harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat penanganan bencana. Dengan koordinasi yang tepat, dukungan internasional dapat menjadi salah satu opsi untuk membantu pemerintah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: